Dashboard
Ringkasan sistem deteksi stunting balita menggunakan algoritma K-Nearest Neighbors
Deteksi Dini Stunting
pada Balita
Sistem ini menggunakan algoritma K-Nearest Neighbors (KNN) untuk mendeteksi status gizi balita berdasarkan umur, jenis kelamin, dan tinggi badan sesuai standar WHO. Dilatih pada 10.000 data dengan akurasi 97.5%.
Cek Status Gizi BalitaDistribusi Kelas Label
Dataset menggunakan teknik stratified sampling agar model KNN tidak bias. Setiap kelas mendapat 2.500 baris data yang sama banyaknya.
Gabungan Severely Stunted dan Stunted mencapai 50.0% — menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini stunting pada balita Indonesia.
Penjelasan Label Status Gizi
Severely Stunted
Tinggi badan kurang dari -3 SD dari median WHO. Stunting sangat berat, perlu penanganan medis segera.Stunted
Tinggi badan antara -3 SD sampai -2 SD dari median WHO. Perlu intervensi gizi intensif.Normal
Tinggi badan antara -2 SD sampai +2 SD dari median WHO. Pertumbuhan sesuai standar.Tinggi
Tinggi badan lebih dari +2 SD dari median WHO. Pertumbuhan di atas rata-rata, sangat baik.Standar WHO menggunakan nilai SD untuk membandingkan tinggi badan anak dengan populasi anak sehat seusia dan sejenis kelamin. Semakin jauh di bawah 0 SD, semakin pendek dibanding rata-rata.
Cara Kerja Algoritma KNN (K=4)
Input Data
Masukkan umur, jenis kelamin, dan tinggi badan balita
Normalisasi
Fitur dinormalisasi ke [0,1] dengan MinMaxScaler
Hitung Jarak
Hitung jarak Euclidean ke semua data training
Voting
Kelas mayoritas dari 4 tetangga jadi hasil
KNN cocok karena data stunting memiliki pola yang jelas berdasarkan umur dan tinggi badan. Dengan K=4 dan akurasi 97.5%, model ini sangat efektif untuk klasifikasi status gizi balita Indonesia.